«

»

Sep 23

Kisah Prabowo di Timor-Timor

Pada malam tahun baru 31 desember 1978, Tim Naggala 18 yang dipimpin Komandan Kompi Letnan Satu Prabowo bekerja sama dengan beberapa anggota Batalion 744 berhasil menembak mati presiden Fretilil Nicolao Dos Reis Labato, dan Panglimanya Guido Soares.

Kedua tokoh ini memang sangat di cari oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia(ABRI)

Dari Operasi Betis yang melibatkan puluhan battalion, Ternyata Prabowo lah yang mampu menembus markas fretilin dan menyelesaikan operasi ini, Labato tertembak, tetapi kejadian ini menjadi tanda keberhasilan ABRI menyelasaikan tugasnya.

Setelah menyelesaikan operasi ini, Prabowo mendapat kenaikan pangkat, tetapi ia tidak melupakan tugas sosialnya. Prabowo mempunyai perhatian luar biasa terhadap rakyat disana, prabowo selalu menegaskan dua hal kepada prajuritnya, untuk tidak melecehkan perempuan dan jangan mengambil hak milik rakyat.

Kepedulian prabowo terhadap masyarakat timor timur juga terlihat ketika dia mengangkat puluhan putra daerah itu untuk dijadikan anak angkat, beberapa anak tersebut berhasil masuk AKABRI, dan disekolahkan dari SD.

Atas prestasi di timor timur Prabowo dan pasukan mendapat kenaikan pangkat luar biasa, yang langsung di sematkan oleh Panglima ABRI Jendral M.Jusuf.

‘’ Kau harus menjadi orang besar seperti ayah mu.”kata Panglima ABRI Jendral M.Jusuf kepada prabowo.

 

(sumber: Prabowo Subianto*jalan terjal seorang jendral*; Ade Ma’ruf)

Share